Senin, 02 Mei 2016

3 Syarat Menjadi Ustadz dan Ustadzah


3 SYARAT MENJADI USTADZ DAN USTADZAH.

Dewasa ini sering sudah banyak sekali ustad dan ustadzah yang bermunculan baik dilingkungan sekitar tempat tinggal atau bahkan yang muncul di televisi. Menjadi seorang ustad atau ustadzah pun bukan menjadi profesi yang mudah. Sesungguhnya menjadi ustadz atau ustadzah sangat lah memiliki peran yang fital dalam penyebaran agama Allah dan hal itu sangat mulia dimata Allah.
Tentunya ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diajarkan kembali kepada orang lain. Namun menjadi ustadzah sesungguhnya memiliki beberapa syarat dan ketentuan, agar pekerjaan yang dilakukannya tidak menjadi bumerang bagi dirinya saat ini atau dikemudian hari.
Apa sajakah syarat dan ketentuan yang seharusnya dimiliki seorang ustad dan ustazdah itu, mari kita bahas satu persatu syarat dan ketentuan tersebut.
syarat menjadi Ustadz dan Ustadzah
1.       
  • Belajar Al-quran dan mengamalkannya
Seorang dokter sebelum menjadi dokter harus dan pasti ia akan belajar terlebih dahulu di sebuah Universitas, setelah lulus dan dirasa mampu untuk mengamalkan atau mempraktekkan ilmu yang sudah didapatnya selama menempuh pendidikan kedokteran.
Begitupun ustadz dan ustadzah sebaiknya seorang ustadz dan ustadzah sebelum memulai memberikan ceramah kepada kaum mukmin, haruslah terlebih dahulu belajar menempuh sebuah pendidikan islam baik itu di perguruan tinggi atau di pondok pesantren. Setelah itu ketika sudah dirasa mampu dan sanggup mengemban sebuah tanggung jawab sebagai ustadz dan ustadzah baru mencoba mengamalkan ilmu yang sudah didapat dari proses panjang pendidikan tadi.

  • Niat yang baik / tulus
Niat pun haruslah benar jika ingin menjadi ustadz dan ustadzah semisal, niatnya adalah untuk mencari popularitas semata, atau mencari materi dunia semata, tapi niat yang haruslah di miliki oleh ustadz dan ustadzah adalah untuk mencari ridho Allah dan hal-hal lain terserah pada Allah. Semisal.

Rosulullah pernah bersabda dalam sebuah hadis Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.”
(HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

  • Meningkatkan amalan ibadah
Yang ketiga adalah sebaiknya seorang ustadz dan ustadzah dalam kehidupannya selalu mencoba meningkatkan amalan ibadanya. Kenapa? Karena amalah ibadah sehari-hari ini akan berpengaruh besar pada tingkah laku, cara bicara seorang ustadz dan ustadzah.

Contoh amalan yang seharusnya terus ditingkatkan adalah sholat malam (tahajjud), sholat dhuha, sedekah, puasa sunnah, dan amalan-amalan lainnya.
Hal ini akan berpengaruh penting pada penilaian orang pada ustadz dan ustadzah karena kadang jika hanya penyampain akan kalah dengan pandangan seseorang terhadap pandangan tentang kehidupan sehari-hari seorang ustad dan ustadzah.

Itulah syarat yang harus dimiliki seorang ustad dan ustadzah sebelum menjadi atau suah menjadi seorang ustadz dan ustadzah. Semoga bermanfaat. 



2 komentar:

  1. syukron ya ustadz dan ustadzah atas pemberitahuan nya

    BalasHapus
  2. Alhamdulilah terimakasih informasi yg bermanfaat

    BalasHapus